Aku tak menyangka jika tahun ini mendapat pelajaran yang berharga, saat berkenalan dengan orang yang seperti ular berbisa.
Manis kata-katanya, lembut banget ucapannya, bahkan rayuannya pun bagaikan maut, Ternyata semuanya hanya dusta.
Kau sok perhatian padaku, mengaku-ngaku memberikan seluruh waktumu padaku padahal, kau memiliki kekasih lain di luaran sana.
Aku bodoh sekali waktu itu, mau-maunya percaya sama orang yang seperti ular berbisa.
Yang suka memangsa orang-orang dengan cintanya, yang hanya Kepalsuan Semata.
Kau memang tega, Kau memang tak punya hati selalu berdusta, ngakunya belum punya kekasih hati ternyata kekasihnya banyak di luaran sana.
Aku benar-benar merasa bersyukur karena bisa lepas darimu, yang kejam dan sikapnya seperti ular berbisa.
Kata-katanya pun suka berganti-ganti, tak pernah pasti, hari ini bilang A, besok bilang B, seperti orang yang tak punya pendirian saja.
Tutur katanya tak bisa dipercaya penuh muslihat untuk menarik mangsa, yang bisa dilukai hatinya.
Aku di tahun ini dapat pelajaran baru, aku selama ini tak menyadari jika orang itu ada yang baik dengan tulus dari hati, dan ada yang seperti ular berbisa.
Yang tak ada perasaan sama sekali, yang sukanya menyindir-nyindir dan menyalahkan orang lain, Padahal salahnya ada pada dirinya.
Yang berkata menginjak harga diri kalau menyebar keburukannya di status atau sosial media, padahal dirinya sendiri yang pengecut dan suka menyalahkan orang lain di berbagai sosial media.
Aku bukan menyesal sama sekali, aku malah bersyukur bisa terhindar dari orang seperti ular berbisa.
Sikapnya egois selalu ingin menang sendiri, tetapi tak pernah perduli pada orang lain, yang tersakiti karenanya.
Yang sukanya curigaan pada orang lain, nyatanya dirinya sendiri yang mencurigakan dan penuh kebusukan di belakangnya.
Aku merasa bersyukur bisa berpisah denganmu dan tak memiliki interaksi apapun itu, dengan orang sepertimu yang suka memaksa, bagai ular berbisa.
Yang suka berbohong tanpa belas kasihan, terutama yang dikenal lewat sosial media.
Jika ditanya atas segala kebohongannya, untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bukanya menjelaskan dengan jujur agar memuaskan hati, tetapi jawabannya berputar-putar bagaikan gangsing sedang dimainkan oleh tuannya..
Komentar
Posting Komentar