Boneka panda, aku dulu waktu kecil ingin sekali memilikimu, sebagai teman bermainku.
Saat seseorang memberikan hadiah padaku.
Kamu ternyata yang hadir, hatiku merasa gembira waktu itu.
Aku sudah membayangkan ingin membelimu yang besar, ternyata ada yang memberi dengan cuma-cuma padaku.
Boneka panda bentukmu sangat besar, membuatku senang saat memelukmu.
Kau selalu memberiku kehangatan saat hujan besar membuatku kedinginan, aku bisa memelukmu dengan sepuas hatiku.
Aku merawatmu dengan penuh cinta, walaupun dirimu hanya sebatas mainan yang selalu ada untukku, di saatku bermain sendiri, di rumah yang sangat besar setiap waktu.
Saat teman-teman tak datang ke rumah, aku merasa bosan tak ada yang diajak cerita, kau selalu menemaniku.
Boneka panda bulumu sangat empuk dan lembut, Aku benar-benar senang bersamamu setiap waktu.
Aku selalu membawamu saat main bersama teman-teman, aku tak peduli terkadang dibilang bawa boneka sendiri, pada waktu itu.
Saat Ibuku atau Kakakku sedang mencuciMu agar bersih, Aku Tak sabar menunggumu kering, untuk bermain bersamaku.
Aku terkadang jalan-jalan di luaran pun selalu mengajakmu, walaupun orang-orang berkata warnamu putih, aku harus hati-hati membawanya agar tak terkena debu.
Boneka panda matamu bundar, telingamu lebar, tetapi diriku tak pernah bosan menikmati hari-hari bersamamu.
Kau bisa dibilang sahabat Setiaku di masa kecil, aku dari pagi sampai sore selalu bersamamu.
Aku saat malam, waktunya tidur, Aku tak ingin jauh darimu.
Aku duduk di kursi seorang diri, juga selalu membawamu untuk duduk bersamaku.
Boneka panda dirimu selalu menemaniku dalam suka dan duka, ataupun senang dan susah dalam hidupku.
Aku selalu ingin membawamu saat main bersama teman ataupun main sendiri, saat berjalan-jalan pun tak pernah bisa lepas darimu.
Aku dulu Sempat berpikir ingin mengoleksimu dalam lemariku, aku agar tak merasa kesepian setiap waktu.
Akan tetapi, aku berpikir lagi jika Membawamu bersama teman-temanmu, aku Pastinya tak bisa jadi, aku putuskan hanya memilikimu saja.
Boneka panda, aku walaupun mempunyai boneka-boneka yang lainnya, tak pernah melupakanmu sedikitpun itu.
Aku selalu mengajakmu main bersama boneka-boneka yang lainnya juga di rumahku yang terasa sangat luas, di siang hari, jika tak ada teman yang menghampiriku.
Setiap ada teman yang menghampiriku pun, aku selalu membawamu bersama boneka-boneka yang lainnya, untuk bermain bersama dan menghabiskan waktu.
Seiring berjalannya waktu, aku sudah besar sudah tak bermain bersamamu lagi, aku hanya mengeluarkanmu jika ingin memeluknya dan membersihkannya, tubuhmu agar terlihat harum selalu dan Indah menurut pandangan mataku.
Komentar
Posting Komentar