CANDU MENGHADIRKAN LUKA

Aku dulu tak tahu kalau, kau bakal mengecewakan hatiku seperti ini.

Kau dulu berjanji akan selalu membahagiakan hatiku, akan selalu menerbitkan Senyumku, semua itu hanyalah omong kosong belaka yang tiada arti.

Kau selalu berucap dengan kata manis, aku tak menyangka semua itu hanya ucapan palsu yang tak berarti.

Dulu suaramu menjadi Candu di setiap hariku, tetapi ternyata semua itu menyebabkan Luka Hati.


Aku merasa bodoh bisa-bisanya tertipu dengan kebaikanmu yang ternyata palsu, aku tak menyangka, kau sungguh tega melukai hati.

Semua ucapanmu ternyata tak ada arti, kau hanya sok melebih-lebihkan agar terlihat megah di hadapanku selama ini.

Aku rasa semua perhatianmu bakal menjadi candu di setiap waktu, tetapi diriku salah menilai selama ini.

Aku tak menyangka, semua sikap manismu dapat melukai hati.


Aku di setiap pagi, siang, sore dan malam selalu kecanduan suaramu yang manis, bagaikan bunga melati.

Aku tak menyangka semua itu akan menyebabkan Luka Hati, yang mendalam dan akan selalu Membekas, susah untuk dihapus lagi.

Aku rasanya ingin menghilang saja, rasa-rasanya Tak ingin lagi melihat wajahmu yang sangat menjijikan, dipandang dari setiap sisi.

Aku semakin muat mendengar ucapan-ucapan manismu, setelah tahu semua kebohonganmu yang kau torehkan padaku di setiap hari.


Aku sudah tak sanggup lagi mendengar suaramu, mendengar janji-janji Manismu yang kau ucapkan padaku di setiap hari.

Aku pikir dulu, kau akan menjadi candu untuk menyemangati diriku, di setiap langkah yang menyertai.

Aku pikir semuanya akan berjalan baik-baik saja, tak ada drama yang hadir, bagai hujan menyapa bumi.

Ternyata khayalan yang kubayangkan tak seindah realita, aku setelah tahu semuanya, ingin mengakhiri dan pergi. 

Komentar