HATIKU BUKAN TEMBOK

Hatiku bukan tembok yang, kau corat-coret tanpa permisi.

Aku juga manusia, yang tak seharusnya dilukai.

Kau sebaiknya pergi saja, jika di hatimu, aku sudah tak berarti lagi.

Aku sudah lelah dengan sikapmu yang tak pasti.


Hatiku bukan tembok yang selalu, kau goreskan luka setiap hari.

Aku selalu dibuat pusing dengan tingkahmu yang suka anginanginan, susah untuk diketahui.

Kau terkadang baik dan perhatian, bagaikan salju yang menyejukan hati.

Kau terkadang kasar tanpa perasaan, bagaikan orang yang tak punya hati.


Hatiku bukan tembok yang, kau injak-injak tanpa perasaan.

Kau sungguh tega, menuduhku hanya datang di saat membutuhkan.

Kau padahal tahu siapa diriku, aku selalu datang dengan hati, bukan karena membutuhkan.

Atau jangan-jangan, kau yang mencariku hanya saat dibutuhkan.


Hatiku bukan tembok yang bisa diperlakukan semaumu sendiri.

Kau tak seharusnya jahat padaku, kau sukanya bilang cinta yang tak pasti.

Kau sukanya sok manis, tetapi suka menuntut padaku, kau selalu memojokanku, tak ada pengertian sama sekali.

Aku sudah lelah menghadapimu yang menyeballkan, yang selalu membuat capek hati dan jiwaku selama ini. 

Komentar

Posting Komentar