KALUNG EMAS

Kalung emas yang, kau persembahkan padaku di waktu dulu, sebagai tanda cintamu padaku.

Sebagai sebuah ikatan, untuk membuktikan betapa besarnya cintamu padaku.

Akan tetapi, aku merasa kecewa atas kebohongan yang, kau lakukan padaku.

Rasa sayangku padamu pun sirna, berserakan tak berbekas, bagaikan debu.


Kalung emas yang, kau serahkan padaku sebagai ikatan cintamu padaku sejak dulu.

Kini sudah mulai lepas rantainya satu persatu, seperti hancurnya hatiku yang, kau lukai dari waktu ke waktu.

Kini sudah tak bisa kugunakan lagi kalung emas itu, seperti ucapanmu yang sudah tak dapat kupercayai lagi, karena atas segala penipuanmu.

Aku pun sudah tak mau berinteraksi denganmu lagi, Aku tak ingin mendengar kebohonganmu lagi, aku tak mau mendengar ucapan-ucapan manismu yang palsu.


Kalung emas yang, kau sembahkan padaku sebagai simbol ketulusan hatimu, ternyata adalah simbol terungkapnya semua kebohonganmu.

Kau tak sadar janji-janjimu yang, kau ingkari selama ini, ucapan-ucapan Manismu yang selalu meyakinkan hatiku,, kini telah terungkap satu persatu.

Kau sebaiknya tak usah bersembunyi lagi dari segala kebohonganmu, kau sebaiknya tak usah mengelak Atas segala kesalahanmu.

Kau janjinya ingin berubah, Kau bilang tak ingin berbohong lagi, tetapi kenyataannya orang lain di luaran sana masih banyak yang tertipu Oleh kata-katamu.


Kalung emas yang, kau persembahkan untukku sebagai hadiah, karena telah menerima cintamu.

Kini telah patah dan kujual, seperti cintamu yang telah patah, karena kebohongan dan kedustaanmu Selama ini padaku.

Aku tak menyangka mulut manismu suka berdusta, kau jika punya janji tak pernah ditepati, Semuanya hanyalah janji palsu.

Terima Kasihku padamu karena dirimu telah memberikan pelajaran tentang bagaimana menjalani hidup dan bagaimana mencari kejujuran, kau juga memberikan pelajaran padaku jika mencari pasangan harus teliti, agar tak salah milih pendamping hidupku.


Kalung emas yang, kau titipkan padaku dari dulu di awal, kita jumpa pada sore hari, di pantai yang menenangkan hati itu.

Ternyata hanya titipan sementara bukan benar-benar menjadi milikku, seperti cintamu yang dititipkan padaku sementara waktu agar, aku mendapatkan pelajaran yang berarti dan bermakna dari kisahku bersamamu.

Aku sudah tak ingin lagi mengukir Kisah Indah Bersamamu, aku tak ingin mendengar lagi ucapanmu yang penuh dusta dan kebohongan itu.

Aku harap jalani hidup, kita masing-masing agar merasa tentram dan damai, kau jangan mengusik lagi diriku dan jangan mengambil milikku lagi, Akupun tak ingin berseteru denganmu jika dirimu tak mulai terlebih dahulu.


Kalung emas kini sudah tak bersamaku lagi, seperti cintaku padamu yang sudah hilang dan terhapus, oleh ruang dan waktu.

Kau seharusnya sudah tak perlu mengarang cerita-cerita, jika diriku yang menyakiti hatimu, Akulah kenyataannya Yang Tersakiti olehmu.

Kau seharusnya sadar diri, kau seharusnya mengaca jika dirimu punya banyak kesalahan, jika dirimu selama ini selalu berbohong, tak seharusnya Memutar Balik Fakta jika dirimulah yang benar tanpa ragu.

Kau seharusnya Menata diri agar tak menjadi pembohong seperti sebelum-sebelumnya lagi, bukannya mengarang-mengarang cerita dan belum tobat tobat juga, kau harusnya tak mencampurkan masalah pribadi di dunia publikasi tanpa ragu. 

Komentar

Posting Komentar