Pada suatu hari, Kancil dan Macan, sedang duduk di pinggir sawah yang penuh tanaman cabai. Kancil pikirannya melayang kemana-mana, membayangkan ingin mengerjai dengan cabai. Memaparkan apa yang ada dalam pikirannya kepada, Macan.
"Kayanya asyik ni, cabai buat ngerjain. Biar merasa kepedasan."
Macan tidak setuju dengan ucapan, Kancil.
"Dari pada buat ngerjain, gimana kalau digunakan untuk lomba?"
"Emangnya lomba apa si?"
Tanya, Kancil dengan rasa bingung.
"Kita bikin rujak yang rasanya paling pedas, dengan buah-buahan yang ada di sekitar tempat ini. Nanti yang kuat pedas yang menang, yang tidak kuat yang kalah." Jelas, Macan.
"Baiklah, mari kumpulkan buahnya bareng-bareng!"
Mereka mulai mencari buah-buahan seperti mangga muda, nanas, bengkuang, belimbing, jambu, dan mentimun. Tidak lupa mencari kacang tanah, di salah satu sawah milik petani. Mereka membuat rujak sederhana yang benar-benar sangat pedas, menggunakan cabai rawit 200 biji. Mereka mulai menyantapnya di bawah pohon yang rindang, ditemani angin yang terasa sepoi-sepoi.
"Gimana rasanya? Apakah dirimu sudah kepedasan wahai, Kancil?"
"Belum ni, aku masih baik-baik saja, lagi pula masih suapan pertama. Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku juga masih baik-baik saja."
Rujak itu masih setengah, Kancil dan Macan sama-sama menangis akibat kepedasan.
"Kita sudah sama-sama menangis, padahal makanan ini masih setengah. Berarti tandanya, kita sama-sama kalah." Ujar, Macan.
"Bagaimana kalau, kita nikmati makanan ini sampai habis. Nanti yang sakit perut dan sering buang hajat yang kalah. Sementara itu, yang tidak sakit perut dan tidak bolak-balik buang hajat itu adalah pemenangnya." Usul, Kancil.
Macan setuju dengan ide tersebut, Mereka pun melanjutkan menghabiskan rujaknya. Kenyataan tidak sesuai dengan yang dibayangkan, sehabis menikmati rujak di bawah pohon rindang, mereka sama-sama sakit perut dan sama-sama bolak-balik buang hajat.
" Wah, ini benar-benar payah. Kita tidak ada yang menang, sama-sama kalah." Kata, Macan.
Kancil pun mengangguk membenarkan ucapan, Macansambil bersandar di pohon.
Selesai
Komentar
Posting Komentar