Penipu tetap saja penipu, jika ingin berubah itu, tak seharusnya memulai membuat sebuah kalimat dalam sosial media.
Jika ingin berubah tak semua orang seharusnya, kau tipu dengan kata-kata Manismu yang terasa hanya dusta.
Bagaimana ceritanya ingin berubah jika, aku sudah bukan admin di salurannya saja, tulisanku diambil dengan paksa.
Penipu tetap saja penipu, jika ingin berubah tak seharusnya, kau menyebarkan kata-kata tipuan pada orang lain yang tak seharusnya terseret dalam kisahnya.
Kau janjinya pengen berubah tak ingin menjadi tukang tipu lagi, tetapi kenyataannya orang lain yang tak seharusnya terbawa-bawa saja, kau tipu dengan mulut manisnya.
Itu si namanya bukan berubah, tetapi semakin parah menjadi tukang tipunya.
Penipu tetap saja penipu,, walaupun ngakunya beribu-ribu kali ingin berubah, tetapi belum pernah ada nyatanya.
Aku terheran-heran kok bisa, ya ada tukang tipu sepertimu di dunia ini, yang kata-katanya itu tak ada nyatanya.
Kau jika tak mau mengaku ada yang tertipu lagi oleh kata-katamu, orangnya juga masih ada di dunia ini, kau tak perlu mengelak lagi atas perbuatannya.
Penipu tetap saja penipu, aku terima kasih banget atas semua pembelajarannya jadi, aku bisa hati-hati lagi dalam mengenal setiap orang di dunia ini, agar tak merasa dikecewakan olehnya.
Aku menutup semua sosial media miliknya, karena tak ingin mendengar ucapan manisnya yang terasa dusta.
Jika ditanya semua kesalahan yang, Dia perbuat untukku Bagaimana nasibnya, Aku sudah memaafkannya sejak lama.
Penipu tetap saja penipu, Aku ucapkan terima kasih atas semua pembelajarannya jadi, aku bisa lebih hati-hati lagi untuk memilih pasangan hidup, terutama jika berkenalan lewat sosial media.
Aku tak mau lagi berkomunikasi dengannya, aku tak ingin menjadi korban yang kedua kalinya, Cukup Sekali Ini Saja, Aku tertipu olehnya.
Jadi, terserah, dia di luaran sana mau berkata apa, segala tentangku, aku sudah Tak Ingin berkomunikasi lagi dengannya, aku tak mau jika dibohongi lagi dengan bertubi-tubi, yang membuat sakit hati saja.
Penipu tetap saja penipu, Bagaimana ceritanya Tak Memutar Balik Fakta Jika, Kau yang bersalah kenyataannya menuliskan bahwa dirikulah yang bersalah padamu di sosial media.
Kau mengaku pada orang-orang bahwa, kau yang menjadi korban Padahal dirikulah sang korban penipuan, dari ucapan manismu sekian lama.
Penipu tetap saja penipu, kau jika ingin berubah Buktikanlah, Jangan hanya mengaku-ngaku di saluran ingin berubah, dengan kalimat-kalimat puisimu itu, kau juga tak seharusnya menipu orang yang tak bersalah dan tak mengerti apa-apa.
Kau jika mengaku ingin berubah, tetapi tak ada nyatanya itu hanya omong kosong saja, itu hanya dusta.
Kau seharusnya sadar diri, jika ingin berubah lakukanlah, kau tak usah membohongi orang lain lagi di luaran sana.
Komentar
Posting Komentar