PUNYA HP ANDROID 02

Masih di hari yang sama atau lebih tepatnya hari minggu, siang aku duduk di teras kosan seorang diri ditemani angin yang terasa sepoi-sepoi. Putri teman sekamarku tiba-tiba datang menghampiri, ia mengajakku keluar untuk membeli es kelapa muda.


"Nis beli es yuk! Kayaknya enak rasanya, apalagi makanya di teras kaya gini hawanya semilir, lebih enak lagi kalau ada baksonya."

"Emangnya belinya di mana, Put?" Tanyaku.

"Itu, loh kan ada yang jual es kelapa muda sama es tebu di depan kosannya, mas Rizki masa sih lupa." Jawab, Putri.

"Oh iya, aku kok lupa si padahal setiap pingin beli es pasti berkunjung ke sana, aku ini payah banget, ya. Penjual es favorit yang sudah menjadi langganan aja dilupakan aduh, aku ini padahal masih muda, semoga si enggak jadi pelupa beneran." Gumamku.

"Kamu sebenarnya sedang mikirin apa, kok sampai melamun seperti ini? Apa jangan-jangan masih kebayang sama ucapan, mas Rizki tadi pagi tentang hp android?" Selidik, Putri.

"Aku itu bukan kepikiran ucapannya, mas Rizki tentang hp android, tetapi kenyataannya diriku ini memang kepingin hp android sudah lama. Sayangnya sampai sekarang belum bisa mengabulkannya, aku belum bisa menghemat agar bisa menyisihkan uangku sedikit demi sedikit, aku mulai hari ini harus menabung, walau hanya sebulan rp20.000 agar bisa beli hp android." Gumamku.

"Aku pasti dukung 100% keinginanmu untuk menabung, tetapi jangan terlalu dipikirkan, pasti ada solusinya kok. Kamu jangan merasa minder walaupun hp-mu masih nokia symbian e63, tetapi sangat bermanfaat kok untuk belajar." Hibur, Putri.

"Terus gimana kalau misalnya harus cari mata pelajaran melalui internet, aku hp-nya enggak bisa digunakan untuk buka internet, karena sudah ketinggalan zaman. Aku pasti akan merasa bingung, kalau enggak ada yang dimintai tolong, aku pokoknya mau berusaha tahun ini atau tahun depan sudah punya hp android seperti, teman-teman semua yang  selalu menemaniku." Tekadku.

"Nisa jangan khawatir walaupun sejak SMP, kamu menggunakan hp itu belum ketinggalan zaman sampai sekarang, orang-orang yang enggak punya hp sepertimu aja, mereka ingin beli dengan berbagai cara. Kamu jangan khawatir masalah mata pelajaran yang harus cari lewat internet, aku bisa bantu semaksimal mungkin nanti tak bacakan, kamu yang menulis di hp dengan perlahan-lahan pasti, kamu enggak akan ketinggalan pelajaran sedikitpun kalau ada tugas. Kalau mau nabung sih boleh-boleh aja yang penting jangan terlalu banyak, kamu kan tinggalnya di tanah rantau, biar enggak kehabisan uang kalau ingin jajan atau ingin beli keperluan sehari-hari. Seperti sabun, shampo, roti jepang, atau peralatan mandi yang lainnya, atau mungkin ingin beli parfum." Crocos, Putri.


Aku mengangguk mengiyakan, sangat setuju dengan ucapannya sahabatku itu, aku memang tinggal di tana rantau dan dapat kiriman saku dari orang tua sebulan sekali, aku harus menggunakannya seirit mungkin agar enggak kehabisan uang.


"Iya ucapanmu itu ada benarnya juga, aku enggak mungkin mandi tanpa sabun, tanpa sampo gara-gara ingin menabung, aku akan mengatur keuanganku serapi mungkin. Aku agar enggak kehabisan uang, agar enggak bingung kalau ingin beli peralatan mandi atau beli parfum. Aku juga biar enggak gigit jari, kalau ingin makan jajan, sampai ngiler dan terbawa ke alam mimpi." Ucapku.

"Nah gitu dong yang semangat menjalani hidup, itu baru sahabatku yangku kenal selama ini. Ya sudah kalau gitu sekarang, kita ke warung beli es dan bakso habis itu, kita nikmati disini bersama." Kata, Putri.


Aku dan putri akhirnya berjalan ke warung, membeli es kelapa muda yang dicampur dengan potongan nanas, melon, serta semangka. Setelah itu, kita berdua mampir ke penjual bakso yang enggak jauh tempatnya dari penjual es, yang rasanya sangat menggoda untuk disantap. Aku dan putri duduk di teras, menikmati hidangan yang dibeli bersama sambil bercerita berbagai kisah, di teras kosan yang suasananya sangat sejuk, tepatnya di bangku bawah pohon mangga. 

Komentar