Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, kau hancurkan kepercayaanku dengan kebohonganmu.
Kau sok bersikap manis padaku tetapi semuanya dusta di hadapanku.
Kau pura-pura sok baik ternyata jahat, kau pura-pura jujur ternyata berbohong padaku.
Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, kau tipu aku dengan rayumu.
Kau seolah-olah jadi dewa penolong bagaikan malaikat tetapi semuanya dusta, kau hanyalah seorang penipu.
Aku tak pernah menyangka, jika ketulusan dan kebaikanmu semuanya adalah kejahatan, yang dibungkus dengan manisnya madu.
Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, kau lukai hatiku dengan kebohonganmu.
Kau pura-pura meratap, Kau pura-pura memohon, agar bisa kembali melukai hatiku.
Aku memang sengaja menutup semua sosial mediamu, agar hatiku merasa tenang, merasa damai Tak Mendengar kejahatanmu.
Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, kau lukai hatiku dengan teror dari mulut manismu, yang terlihat dusta bagiku.
Kau padahal sudah salah, sudah menjadi pembohong, tetapi seolah-olah diriku yang, kau tuduh melukai hatimu.
Kau harus tahu satu hal, jika sebuah kebaikan tak perlu, kau umbar-umbar dan tak perlu juga diungkit-ungkit tanpa ingat waktu.
Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, Ternyata semua kata-katamu palsu.
Yang lebih jahat lagi, kau mengaku padaku sebagai orang lain, padahal itu hanya dirimu sendiri bukan orang lain sama sekali, tetapi masih saja berusaha menipuku.
Kau ingat satu hal, kau ditanya saja jawabannya berputar-putar tak mau mengaku jadi, tak ada bukti kalau ingin memperbaiki semuanya padaku.
Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, kau telah membohongiku dengan berbagai cara, dengan Seiring berjalannya waktu.
Aku memutuskan hubungan bukan berarti, aku benci bukan berarti, aku tak memaafkan yang pasti diriku hanya ingin tenang, tak ingin mendengar lagi sifat dustamu.
Kau tak sadar sudah banyak kebohonganmu yang berhasil, aku selidiki dengan perlahan, aku sudah tak ingin lagi mendengar kelakuan busukmu.
Sungguh hancurnya hatiku, sungguh hancurnya perasaanku, kau selama ini ternyata berdusta padaku.
Semua itu yang, kau lakukan dengan sindiran dan artikel yang tak jelas di saluran, aku semakin muak mendengarnya, bukannya semakin punya belas kasihan padamu.
Aku harap orang-orang di luar sana tak ada yang, kau hancurkan hatinya seperti diriku tak ada yang, kau bohongi seperti diriku selama ini, kau semoga bisa sadar dan bercermin atas segala sikapmu.
Batang, 05-01-2026
Tertanda Linatun.
Komentar
Posting Komentar