Pada malam Jumat hujan terasa sangat besar, terkadang kecil, benar-benar terasa tak menentu.
Hujan itu terjadi dari sebelum Ashar, aku pikir tak akan lama, tetapi prediksiku salah, hujan itu sampai malam terus menerus mengguyur bumi tanpa henti sedikitpun itu.
Aku malam itu Hanya berdiam diri di dalam kamar, menikmati suara hujan yang terasa seperti sebuah lagu, yang menenangkan hatiku.
Kenyataannya hujan itu tak kunjung usai, aku terbangun pada pagi hari di saat waktu Fajar, hujan itu masih terdengar di telingaku.
Hujan itu seolah-olah sedang bahagia berada di bumi, iya seolah-olah sedang bercengkrama terkadang nadanya tinggi terkadang nadanya rendah, seperti bermain musik menurutku.
Aku pagi itu tak bisa ke mana-mana, tak bisa berjalan-jalan santai untuk menghirup udara pagi, yang menyehatkan menurutku.
Orang-orang yang ingin menjemur juga bingung, menanti hujan yang terus menyapa hingga, pada akhirnya jemuran tetap berada dalam rumah.
Pagi berganti siang hujan masih saja menyapa benar-benar tak kunjung Usai, hawanya pun terasa dingin menusuk tulang menurutku.
Siang berganti sore, hujan masih saja menyapa, kadang besar kadang kecil ritmenya tak menentu.
Jalanan pun licin, bila berjalan tak hati-hati akan terpeleset, benar-benar terasa mengerikan menurutku.
Akan tetapi anak-anak kecil merasa riang, mereka bermain di halaman rumah walaupun Hujan tak berhenti sama sekali, mereka tak merasa takut hujan yang membuat dingin menurutku.
Hujan benar-benar tak kunjung Usai, orang-orang yang ingin pergi ke masjid pun harus menggunakan payung, orang-orang yang terbiasa ke sawah, tak bisa melihat keadaan sawahnya walau hanya sekejap saja, seperti kekasih yang berjauhan saling Merindu.
Waktu berganti malam, hujan masih saja menyapa, keadaannya pun masih sama, terkadang besar terkadang kecil, masih tak menentu menurutku.
Makan pun Ditemani Hujan, seperti ditemani Pujaan Hati yang terasa menyenangkan hatiku.
Mencuci piring walau hanya sendiri pun Ditemani Hujan, seolah-olah ditemani seseorang yang istimewa di hatiku.
Aku berniat pergi ke alam mimpi pun, hujan masih tak kunjung Usai, Iya masih bersuara untuk menyapa bumi, Seperti alunan lagu.
Aku terbangun dini hari pada Sabtu, hujan masih saja terdengar di telingaku.
Suara jangkrik yang biasanya terdengar nyaring saling bersahutan, kini tak terdengar di telingaku.
Suara burung hantu pun yang biasanya sesekali terdengar, kini tak ada suaranya sedikitpun itu.
Mereka barangkali sebenarnya bersuara, tetapi diriku yang tak mendengar, saking derasnya suara hujan yang sangat sahdu.
Hujan benar-benar tak kunjung Usai, sehari dua malam menemaniku, iya belum ingin berhenti menyapa bumi, dengan suaranya yang merdu.
Komentar
Posting Komentar