AKU MENYESAL

Aku menyesal dulu berkenalan denganmu lewat sosial media, aku pikir dirimu adalah teman baikku.

Kau ternyata adalah orang baik yang diselimuti kejahatan di dalamnya, kau orang yang sok perhatian ternyata tak tulus dari hatimu.

Kau sok tebar pesona dengan kata-kata Manismu, yang Ternyata semua itu hanya palsu.


Aku menyesal dulu tak pernah mendengarkan kata-kata kawan-kawanku, kau adalah orang jahat sesungguhnya, tetapi ditutupi dengan kata-kata Manismu.

Aku kini sadar setelah semuanya terungkap, Aku tak tahu harus meminta maaf dengan cara apa pada kawan-kawanku.

Aku menyesal sempat terhasut oleh omonganmu, kau berkata jika kawan-kawanku itu orang yang tak benar dan tak seharusnya selalu bersamaku.


Aku menyesal dulu meninggalkan kawan-kawanku demi rasa kepercayaanku padamu, aku tak tahu kawan-kawanku itu berkata yang sebenarnya tentang semua kebohonganmu.

Aku bersyukur kawan-kawanku itu mau memaafkanku dengan sepenuh hati, mereka mau kembali dekat bersamaku lagi seperti dulu.

Aku tak tahu lagi harus berbuat apa untuk mengungkapkan rasa Sesalku pada kawan-kawan, yang selama ini selalu ada untukku dalam suka maupun duka, dengan tulus dan ikhlas bersamaku.


Aku menyesal bisa mengenalmu dan bersamamu berbulan-bulan lamanya, aku tak tahu lagi harus mengungkapkan rasa kecewa dengan cara apa, atas segala penipuanmu.

Aku dulu selalu percaya dengan ucapanmu, ternyata sembua ucapanmu itu tak ada nyatanya hanya ilusi, yang seolah-olah ada di dunia nyata menurutmu.

Ucapan dan rayuanmu yang terlihat menenangkan hati, Ternyata semua itu tak tulus dari hati, kau bersikap Sok perhatian layaknya seorang kekasih pada semua orang, agar tertarik dengan rayuanmu.


Aku menyesal sudah melewati hari-hari bersamamu, di dunia yang penuh tipu.

Kata-katamu yang tak pasti, terkadang berkata A, terkadang berkata B benar-benar membingungkan hatiku.

Aku rasa dirimu memang sudah ahli berkata sok manis, yang ternyata di dalamnya penuh tipu.


Aku menyesal dulu mau bertukar akun denganmu, ujung-ujungnya saat semua kebohongan terungkap, akunku dihapus paksa seolah-olah semua itu seperti milikmu.

Yang bisa dibongkar pasang, yang bisa dihapus paksa dengan sesuka hatimu.

Kau pun tak mau memahami ucapanku, aku tak ingin tulisanku dicuri olehmu, tetapi dirimu masih saja memaksa mengambil tulisan tanpa seizinku.


Aku menyesal dulu bersedia menjadi admin di saluranmu.

Aku menyesal bukan tanpa sebab, kau harusnya sadar jika diriku sudah bukan admin, tak seharusnya mengambil tulisan tanpa seizinku.

Kau memang jahat punya saluran tak mau berkarya sendiri, mengambil tulisanku dengan paksa sesuka hatimu.


Aku menyesal bersedia berteman denganmu, aku pun menyesal dirimu mengerti segala kehidupanku.

Kau jika memang benar-benar orang baik, harusnya mengerti jika sebuah karya tak diizinkan diambil oleh pemiliknya, kau tak seharusnya memaksa seperti itu.

Aku berkarya bukan berarti pelit, Aku hanya ingin tulisanku dibaca oleh semua orang, bukan berarti digunakan untuk hal pribadi seperti di posting di saluranmu.


01-02-2026 tertanda Linatun 

Komentar