Aku walaupun belum ada benih-benih cinta di hati ini, kedatanganmu bagaikan angin segar di awal, kita jumpa.
Aku pikir awalnya dirimu adalah orang baik, yang berusaha mengembalikan kepercayaanku pada yang namanya dunia cinta, tetapi realita tak seindah yang kubayangkan, Janjimu Hanya palsu saja.
Rayuan rayuan maut yang, kau berikan itu hanya ucapan manis di bibir saja, tak ada Ketulusan dalam hatinya.
Kau berkata padaku ingin mencintaiku dengan setulus hati, ingin menjalani hubungan ini dengan serius, tetapi tak ada nyatanya semua itu hanya ucapan palsu saja.
Kau bilang tak ada sosok lain yang bertahta di hati, dari pertama mengenalku lewat sosial media.
Ternyata itu hanya kata-kata di bibir saja, kenyataannya di salah satu sosial media miliknya, ada kontak lain yang diberi nama sayang, tanpa merasa berdosa.
Kau bilang akan berusaha setia, akan berusaha mencintaiku dengan setulus hati, Walaupun belum berjumpa lewat dunia nyata, tetapi janji itu hanya palsu tak ada nyatanya.
Kau yang selama ini Sok perhatian, yang selama ini sok berkata-kata manis, ternyata itu semua hanya ucapan palsu yang terucap di bibir saja.
Kenyataannya dirimu adalah manusia yang penuh tipu, kau sangat ahli membohongiku dengan kalimat-kalimat yang bersilat lidah, yang seolah-olah sangat meyakinkan di pendengaranku, kau memang sungguh tega.
Aku sudah berusaha mencintaimu, walaupun cinta ini baru sepersen, kau bilang ingin serius padaku, tetapi Janjimu Hanya palsu saja.
Kau bilang ingin datang ke rumahku walau hanya sekedar bersilaturahmi, tetapi dari hari ke hari dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan kau tak pernah membuktikannya.
Kau banyak sekali alasan, ada yang katanya belum ada rezeki, ada yang katanya jauh perjalanannya, kau harusnya jika tak ingin serius jangan punya banyak janji palsu yang tak ada nyatanya.
Kau lebih parahnya lagi yang tak sopan, ingin berkata serius pada kedua orang tuaku lewat telepon, itu orang macam apa.
Aku sudah bilang padamu, Jika niatmu sungguh-sungguh ingin bersamaku, datang ke rumah dan bilang pada orang tuaku dengan baik-baik, Tunjukkan jika sungguh-sungguh Mencintainya.
Bukannya menunjukkannya untuk sungguh-sungguh padaku, bukannya membuktikan omonganmu, Tetapi malah Terkadang ada kata-kata tak bermoral yang keluar dari mulutmu, yang terasa sangat menjijikan bagiku.
Yang maha kuasa memang sangat baik kepadaku, menunjukkan segala kejahatan dan kebohonganmu, jalan yang kupilih pun sudah tepat bagiku, untuk pergi meninggalkanmu dan mengakhiri semuanya.
Kau walaupun mohon-mohon padaku ingin kembali dan memperbaiki semuanya, aku sudah telanjur kehilangan rasa percaya padamu jadi, kau sebaiknya Pergi Saja.
Kau janjinya ingin berubah, tetapi orang lain masih saja kau tipu, yang berada di luaran sana.
Aku sudah merasa lega bisa lepas dari janji-janji palsumu, aku Pastinya tak ingin kembali lagi ke lubang yang sama.
Aku memblokir semua sosial media milikmu, agar bisa hidup tenang dan damai, tak mendengar semua kejahatan yang kau persembahkan untukku, yang diselimuti oleh kata-kata manis yang seolah membahagiakan jiwa.
Orang sepertimu memang susah untuk berubah, jika sudah menjadi tukang tipu, ya tetap saja tukang tipu, apalagi nama di sosial media sama di dunia nyata pun berbeda.
Nama di dunia nyata A, nama di dunia maya B, lalu apa nama di dunia hantu, kau lebih jahatnya lagi selalu menyindirku lewat status-status tanpa dosa.
Aku sudah tak mau lagi mendengar semua janji-janji palsumu, mendengar ucapan-ucapan Manismu yang penuh tipu, yang terkadang di Slipi ucapan tak bermoral, yang sangat kotor dan menjijikan.
Kau sayangnya masih saja tega, kau suka menyadap Social Media milikku, seolah-olah dalamnya ada harta berharga, yang tak bisa dilewatkan sekejap saja.
Kau lebih sadisnya lagi tulisan yang kubuat dengan berdarah-darah, yang sudah tak ingin dipajang di saluranmu lagi, kau ambil secara diam-diam dengan paksa, kau memang tak mau mendengarkan jika aku tak boleh, ya tak boleh jika aku tak mau, ya tak mau Janganlah dipaksa.
Komentar
Posting Komentar