Pada hari Minggu pagi yang cerah, kelinci sedang duduk di teras gubuknya, ia tak sengaja mendengar suara Penjual Donat. "Donat-donat, aneka rasa, enak sekali! Donat-donat, aneka rasa, enak sekali!"
Kelinci yang mendengar suara Penjual Donat, perutnya langsung berbunyi nyaring benar-benar minta diisi, bagaikan suasana sedang konser. Akan tetapi, kelinci sedang tak memegang uang sepeserpun, Ia hanya duduk bersila di teras gubuk sambil berharap, ada yang memberi donat dengan cuma-cuma. "Andai saja hari ini sudah gajian, aku pasti bisa membeli donat dengan rasa yang kuinginkan. Seperti keju yang asin, tetapi sangat enak di mulut, atau coklat yang sangat manis, semanis wajahku. Sayangnya, aku hari ini belum memegang uang sepeser pun, Semoga aja ada yang berbaik hati memberiku satu biji donat atau dua biji."
Sementara itu, kucing baru saja dihampiri oleh, Pak Tani yang baik hati, ia diberi satu plastik besar donat dengan berbagai rasa. Kucing sangat kebingungan karena, ia tahu tak mungkin habis dalam waktu sehari, donat sebanyak itu.
"Kau Yang benar saja, memberiku makanan sebanyak ini? Terus kalau tak habis gimana coba? Kau apa tak sayang, kalau makanannya mubazir, pak?" Tanya, kucing.
"Aku sudah ikhlas memberimu donat yang banyak seperti itu, gampanglah kalau tak habis, beri saja pada teman-temanmu. Lagi pula di rumahku masih banyak donat, sisa acara selamatan tadi malam." Jawab, pak tani.
Kucing mengangguk-angguk pertanda mengiyakan, ia menikmati donatnya sampai kenyang. Pak Toni berlalu untuk pergi ke sawah meninggalkan, kucing yang sedang asyik menikmati donat. Kucing tiba-tiba teringat dengan sahabatnya, kelinci gemuk yang gubuknya sebelahan dengan tempat tinggalnya.
"Kelinci kira-kira sudah makan atau belum, ya? Terus kalau belum makan kira-kira sudah lapar atau belum, ya? Kalau sudah makan, dia kira-kira makan dengan apa, ya?" Batin, kucing sambil mengunyah suapan terakhirnya.
Setelah itu, kucing berjalan pelan menuju ke gubuk, sambil membawa donat seplastik besar.
Sementara itu, kelinci masih membayangkan donat yang enak, yang teksturnya empuk, bahkan saat dimakan terasa lembut di mulut. Penjual Donat itu bersuara lagi, kelinci semakin sedih karena tak bisa membelinya. "Donat-donat, aneka rasa, enak sekali! Donat-donat, aneka rasa, enak sekali!"
"Aduh, sedih banget tak bisa beli donat, kemarin pas diriku ada uang, penjual donatnya tak lewat. Sekarang pas diriku tak ada uang donatnya lewat, Aku ingin beli benar-benar kosong kantongnya, tak mungkinlah kalau diriku itu utang." Batin, kelinci.
Saking asyiknya melamun, kelinci sampai tak tahu kalau, kucing sudah menyapanya dari tadi. Iya sangat terkejut saat, kucing menyenggol ekornya dengan pelan.
"Aduh bikin kaget aja, Siapa si yang usil? Kurang kerjaan banget kayaknya, daripada ganggu diriku lebih baik cari aktivitas gitu, loh." Gumam, Kelinci.
"Salahnya siapa Dari tadi dipanggil-panggil tak nyaut sama sekali, Ya sudah kusenggol-senggol saja ekormu. Kau pasti akan terkejut setengah mati, atau mungkin bertanya-tanya Siapa yang mengganggu bukan?" Oceh, kucing.
"Eh, kucing! Kau tumben sekali pagi-pagi sudah mampir ke gubukku? Angin apa yang membawamu kemari?" Tanya, kelinci dengan gembira, ia tak marah karena yang iseng padanya, adalah sahabat sendiri.
"Aku tadi diberi donat banyak sekali Oleh, Pak Tani tiba-tiba diriku teringat olehmu Barangkali belum makan. Jadi, aku datang ke gugupmu pagi ini hanya untuk menawarkan donat, kau apakah bersedia menerimanya.
"Wah, Kebetulan sekali aku dari tadi ingin beli donat, sayangnya sedang tak punya uang. Pucuk dicinta ulam pun tiba, kau datang untuk menawariku donat, aku sangat bersedia untuk menerimanya." Jawab, kelinci dengan wajah berbinar.
"Silakan dipilih sendiri, kau ingin menikmati yang rasa apa." Kata, kucing.
Kelinci mengangguk mengiyakan, ia mengambil donat 6 biji, dengan rasa yang berbeda-beda. Untuk dimakan pada pagi, siang, dan sore. Iya mengambil dua biji donat rasa keju, 2 biji donat rasa coklat, satu biji donat rasa nanas, dan satu biji donat rasa kacang.
Kucing setelah selesai menunggu, kelinci memilih rasa donat yang diinginkan pun pamit. Ia berniat menawarkan donat kepada para kucing dan para kelinci yang lainnya. Agar donatnya Habis tak tersisa dalam waktu 1 hari, tentunya agar tak mubazir juga makanannya.
Selesai
Komentar
Posting Komentar