LANTUNAN AYAT SUCI

Lantunan ayat suci, aku tak tahu mengapa, saat mendengar suaramu di bulan ramadan, rasanya lebih sahdu.

Padahal, aku di hari-hari biasa juga mendendengarkanmu, salah satunya di sebelum azan, saat akan memasuki shalat lima waktu.

Padahal, aku juga suka membacamu, tetapi tak tahu mengapa, lantunan ayat suci di bulan ramadan suaramu lebih merdu.

Lantunan ayat suci, aku tak tahu mengapa, saat mendengarkanmu seperti mendengarkan lagu yang menenangkan hatiku.


Lantunan ayat suci memang sangat menenangkan jiwa, saat didengarkan dan dihayati dengan sungguh-sungguh.

Rasanya sangat menyejukkan hati, baik didengarkan di musim kemarau maupun di musim hujan yang datangnya kadang tak menentu.

Apalagi di bulan ramadan seperti ini, mendengar lantunan ayat suci, terasa sangat menyejukan kalbu.

Seperti sedang berada di syurga, saat mendengar lantunan ayat suci yang saling bersahutan, dari masjid dan surau di sekitarku.


Lantunan ayat suci yang terasa indah terdengar di relung jiwa, benar-benar terasa menyentuh dalam kalbuku.

Di pagi hari setelah ibadah subuh, lantunan ayat suci terdengar di Indra pendengaranku.

Rasanya sangat mendamaikan jiwa, seperti mendapat oase di gurun yang terasa panas menurutku.

Mendengar ayat suci di pagi hari yang terasa merdu, bagaikan mendengarkan lagu yang indah dari surga menurutku.


Lantunan ayat suci yang meramaikan bulan Ramadan, terasa sangat indah menurutku, membuat perasaan ini nyaman yang tak bisa kugambarkan Lewat kata-kata sedikitpun itu.

Apalagi jika suara suara yang membacakan ayat suci itu terdengar dari pagi, siang, sore, dan malam benar-benar terasa membahagiakan hatiku.

Suara-suara yang terkadang membuatku rindu, di saat hari-hari biasa, disaat bukan bulan Ramadan, yang terasa indah dalam kalbu.

Aku tak tahu mengapa, tak pernah bosan mendengarnya, walaupun terkadang seharian mendengarkan ayat suci yang dibacakan oleh orang-orang di sekitar, di bulan yang suci dan indah menurutku.


Lantunan ayat suci Alquran adalah lagu yang paling merdu, yang dapat menentramkan jiwa di kala masalah datang menghampiri tanpa permisi menurutku.

Selesai ibadah asar, mendengar lantunan ayat suci Alquran di masjid-masjid terdekat, rasanya bagaikan sedang menikmati lagu-lagu yang merdu, yang menyemangati jiwa yang sedang Rapuh.

Kalam Ilahi yang satu ini, memang bisa menguatkan hati di kala sedang sedih yang sangat berat, di kala rasa lelah datang menghampiri, bagaikan bunga yang disirami agar tak layu.

Walaupun bukan bulan suci Ramadan juga ada yang membacakan ayat suci, tetapi aku tak tahu mengapa saat bulan suci Ramadan, bacaan ayat-ayat suci terasa lebih merdu dalam pikiranku.


Lantunan ayat suci Alquran benar-benar terasa menenangkan pikiranku, walaupun aku hanya mendengarnya belum membacanya, aku merasa nyaman saat mendengarnya, walaupun didengarkan sambil melamun yang tak menentu.

Walau hanya mendengarkan saja, bacaan ayat suci Alquran terasa bagaikan di musim panas terguyur salju.

Terkadang bacaan ayat suci Alquran juga bisa didengarkan melalui ponsel sambil beraktivitas, seperti memasak atau menyapu.

Ayat suci Alquran Aku ingin melantunkanmu selama bulan puasa Ini, jika bisa sampai akhir hayatku, aku selalu berusaha untuk melantunkan dirimu.


Lantunan ayat suci yang terasa merdu di Indra pendengaranku, Aku ingin membacanya walau sehari baru bisa satu ayat, itu sudah terasa menyenangkan hatiku.

Walau sehari hanya bisa satu ayat, Aku ingin berusaha istikomah untuk membacamu, walaupun suaraku belum merdu.

Aku berharap suatu saat bisa membacamu satu juz 1 hari, atau satu juz dibagi dalam shalat 5 waktu.

Itu terasa indah menurutku, walaupun bacaanku belum merdu, seperti orang-orang yang melantunkannya dengan setulus hati di luaran sana, Aku akan berusaha belajar sebisa dan semampuku. 

Komentar