MENANGIS

Di saat kuterluka yang sangat dalam, rasanya perih seperti ditusuk duri.

Wajar saja diriku menangis, agar perasaannya lega, agar lukanya tak terlalu berat dipikul dalam hati.

Apalagi saat kutahu segala kejahatanmu padaku, itu rasanya sangat sakit sekali.


Di saat kumerasa bersedih, tak ada tempat untuk bersandar.

Aku hanya bisa menangis meratapi kesedihan ini, sampai air mataku terlihat memar.

Hatiku lelah pikiranku merasa gusar.


Saat kumerasa kecewa, dengan paksaan yang kuterima, bagai bunga yang dipetik dengan paksa.

Aku hanya bisa menangis, untuk meluapkan kekesalannya, agar tak menjadi penyakit hati yang menyiksa.

Aku merasa tak punya arti dan tak dihargai olehnya.


Di saat kumerasa tak dianggap oleh orang lain.

Aku menangis, meluapkan kekesalan yang kupendam.

Agar hatiku kembali kuat dan bisa kembali tersenyum.


Aku menangis, bukan berarti cengeng.

Aku menangis untuk melepaskan beban di hati yang terdalam.

Aku menangis untuk menghilangkan luka yang memberatkan perasaan.


Aku menangis bukan berarti cengeng, aku menangis untuk melepas kesedihan yang menghimpit perasaan.

Aku terkadang tak tahu harus curhat pada siapa, tentang segala hal yang kurasa, tentang segala duka yang datang menghampiri tanpa permisi di pikiran.

Aku terkadang menangis juga, untuk menghapus rasa lelah yang silih berganti datang di hati, membuatku terkadang bingung kepada siapa untuk mengungkapkan. 

Komentar