Sudah lima tahun berlalu, kita tak pernah saling berjumpa lagi, tetapi rasa kebersamaannya masih tersimpan di hatiku.
Suara merduMu saat menyapaku di pagi hari,kini masih terasa dalam kalbu.
Aku tak tahu mengapa sampai sekarang masih teringat semua tentangmu, cerita-cerita tentangmu masih sangat indah untuk dibayangkan dalam pikiranku.
Tawamu yang manis masih terngiang di kepalaku, seolah-olah tak mau pergi dari hidupku.
Sudah lima tahun berlalu, Kisah Indah tentangmu masih saja bertahta di hatiku.
Semua canda tawamu, cerita Pahit Manis bersamamu, tertulis dalam buku.
Walau buku itu sudah usang atau sudah berubah warna, tetapi semua cerita indah bersamamu masih terukir indah di benakku.
Aku terkadang masih berharap, suatu saat nanti bisa kembali berjumpa denganmu.
Sudah lima tahun berlalu, kita tak pernah berjumpa lagi, dari waktu ke waktu.
Akan tetapi, aku merasa bersyukur masih bisa berbicara denganmu walau hanya lewat udara, masih bisa saling bertanya kabar denganmu.
Walaupun sudah tak bisa menghabiskan waktu bersama seperti dulu, walaupun sudah tak bisa saling bertatap muka seperti dulu.
Aku tak tahu mengapa masih belum bisa melupakan kisah-kisah Indah Bersamamu, tetapi kumerasa bersyukur Yang Maha Kuasa masih mengizinkan, kita untuk saling berkomunikasi tanpa ragu.
Sudah lima tahun berlalu, kita tak pernah saling berjumpa secara nyata lagi, aku terkadang membayangkan suatu saat jika berjumpa lagi denganmu, kau apakah masih bersikap manis seperti dulu.
Aku terkadang membayangkan jika Yang Maha Kuasa mewujudkan khayalanku untuk bertemu denganmu kembali, kau apakah masih bersikap lembut padaku seperti dulu.
Akan tetapi, jika suatu saat berjumpa denganmu, kau jika sudah tak bersikap manis dan lembut seperti dulu, Sudah tak menganggapku istimewa di hatimu.
Aku akan mengikhlaskan dengan sepenuh hati, asalkan masih bisa mendengar kebahagiaanmu, asalkan masih bisa berteman atau bersahabat denganmu, Aku akan merasa bahagia dengan sepenuh hatiku.
Kangeeeen asrama
BalasHapusAku juga kangen.
Hapus