Capung dan Keong

Pada suatu hari di Desa Kayu Nangka, hiduplah perkumpulan capung dan perkumpulan keong. Perkumpulan capung hidup di perkebunan yang indah, di dekat pohon buah-buahan yang rimbun dan sangat segar untuk dinikmati. Kumpulan keong tinggal di sungai yang airnya jernih dan melimpah, bersih dari sampah dan kotoran limbah.


Akan tetapi, ada keong yang suka nakal, Otong namanya. Iya suka mengambil makanan milik capung. Pada sore hari setelah hujan deras, ada capung memetik buah strawberry yang lumayan banyak. Iya berniat untuk cadangan makanan seminggu kedepan, biar tidak bulak-balik memetik buah. "Alhamdulillah, aku sore ini dapat buah banyak, buahnya besar-besar, benar-benar tidak mengecewakan." Capung tersebut, Panji namanya, Iya pergi ke gubuk mengambil wadah untuk tempat buah stroberi. Otong yang mengetahui, Panji sudah masuk ke dalam mengambil wadah, Iya mendekati buah stroberinya dengan jalan mengendap-endap, Panji supaya tidak tahu.


"Aku ambil barang separuh buahnya pasti tidak ada yang tahu, lagi pula buahnya banyak banget kalau dimakan sehari tidak akan habis. Panji paling juga tidak sadar kalau buahnya berkurang, capung yang lain juga sedang pada sibuk pasti tidak akan memperhatikan." Batin, Otong sambil memasukkan strawberry dalam plastik hitam.


Panji saat kembali mendekati stroberi miliknya sambil membawa wadah besar, ia merasa terheran buahnya tinggal separuh.


"Ini siapa yang mengambil buahku, mengapa cuma tersisa separuh? Apa jangan-jangan, aku yang lupa, sebenarnya mengambil sedikit ingatnya lebih banyak?" Panji pun pada akhirnya memasukkan buah strawberry ke dalam wadah dengan hati-hati, agar buahnya tidak rusak. Iya ujung-ujungnya menggunakan buah strawberry itu untuk makanannya selama 3 hari, kemudian kembali mencari buah lagi.


"Aku pokoknya harus bawa tempat untuk buahnya sekalian biar tidak kecolongan sama yang lain. Kalau minta secara baik-baik si pasti aku berikan yang tidak ikhlas itu kalau mencuri buah milikku. Aku sudah mengambilnya dengan susah payah masa diambil tanpa izin aku tidak relalah pastinya." Batin, Panji.


Sedangkan, Otong yang menyaksikannya dari pinggir sungai mendesah kecewa, ia tidak bisa mengambil buahnya Panji tanpa izin lagi.


Panji selesai memetik buah strawberry yang banyak, dibawa masuk ke dalam, Ia habis itu mandi agar tidak merasa gerah. Otong yang mendeteksi sekitar gubuk para capung, ia merasa lumayan lega suasananya sepi.


"Asyik aku bisa ambil buah banyak, Panji sedang mandi pasti tidak tahu." Pikir, Otong.


Otong nasipnya tidak beruntung, para capung yang mengetahui niat buruknya sudah mengepung dari berbagai arah.


"Otong, kamu mau apa datang kemari?" Tanya, Tata capung yang tertua di antara mereka.


Namun, Otong hanya terdiam tidak menjawab pertanyaannya sama sekali, ia kakinya terus melangkah ingin masuk ke gubuk.


"Jangan masuk kalau tujuannya tidak baik!" Seru, Tata.

"Aku hanya ingin mengambil buah strawberry yang ada di dalam, bukan untuk merobohkan tempat tinggal kalian." Kata, Otong dengan santai.

"Buah Strawberry yang ada di dalam itu milik, Panji kamu jangan mengambilnya dengan sembarangan! Kalau ingin menikmati buah itu, ya usaha sendiri, jangan diambil sembarangan!" Seru, Tata lagi.

"Bukannya buah itu milik alam, siapa saja boleh mengambilnya?" Kata, Otong polos.

"Kamu harus tahu kalau milik alam itu buah yang masih di pohonnya, kalau sudah berada di tangan, Panji berarti kamu harus usaha cari sendiri. Jangan mentang-mentang, Panji bisa cari terus kamu minta dengan paksa." Crocos, Tata.


Otong yang telinganya panas mendengar ceramahan para capung, Ia pun pulang ke tempat tinggalnya dengan emosi. Para capung akhirnya pindah ke Desa Kayu Nanas, mereka di sana hidup damai dan bahagia. Yang pasti tidak ada lagi perseteruan dengan keong nakal.


Selesai 

Komentar