Ramadan, aku hampir satu bulan bersamamu, Kau Kini akan pergi meninggalkanku.
Saat merasakan Kepergianmu yang tinggal sebentar lagi, hatiku rasanya campur aduk, ada sedih, ada rasa keberatan dalam hatiku.
Akan tetapi, aku tak bisa melarang Kepergianmu, karena kepergianmu memang sudah takdirnya dan untuk kembali di tahun depan, aku pun berharap semoga tahun depan bisa bersua denganmu.
Ramadan, setelah hampir sebulan menemaniku di setiap detik-detik menanti buka, di setiap detik-detik melaksanakan sahur yang penuh makna.
Kini sebentar lagi akan tiba Waktunya berpisah denganmu, untuk menyambut bulan yang suci dan membahagiakan jiwa.
Ramadan, kau kini akan pergi dari diriku, kau akan pergi meninggalkan seluruh umat di dunia, kau akan melanjutkan perjalananmu yang penuh makna.
Ramadan, kedatanganmu yang sangat spesial di hati umat manusia, kau kini akan perggi, kedatanganmu pun digantikan oleh hari yang suci.
Relatak rela, berat tak berat, aku harus ikhlas dengan Kepergianmu, aku pun berharap tahun depan bisa berjumpa lagi.
Umat manusia pun pastinya akan bersedih dengan kepergianmu, bukan hanya diriku saja yang bersedih hati.
Ramadan, kau kini akan pergi meninggalkan seluruh umat di dunia, kau akan melanjutkan langkahmu.
Ramadan, Kau sangat istimewa di hatiku, kau sangat istimewa di hati umat manusia, di manapun itu.
Ramadan, aku sangat bersyukur, tahun ini masih bisa berjumpa denganmu.
Komentar
Posting Komentar