Aku tak tahu mengapa, kau masih saja terbayang di pelupuk mataku.
Senyumanmu yang elok masih saja terlintas di pikiranku, seolah tak ingin menjauh dari hidupku.
Walaupun sudah lima tahun, kita belum pernah kembali bersua, tetapi Harapan untuk berjumpa denganmu kembali, masih ada di pikiranku.
Aku ingin kembali mengulang kisah-kisah Indah Bersamamu, menjalani momen penuh suka duka di sepanjang waktu.
Aku tak tahu mengapa, di setiap hariku masih saja teringat momen-momen Indah bersamamu.
Senyummu yang sangat manis nan ceria masih saja terlintas di pikiranku, seolah-olah ingin menemaniku di setiap waktu.
Senyummu yang hadir di pikiranku masih sama seperti lima tahun yang lalu, di saat masa-masa, kita saling jumpa dan memberi kekuatan, bagaikan bunga yang mekar di sepanjang waktu.
Kita walaupun sudah tak bersama lagi, aku merasa senyummu yang selalu terlintas di pikiran, bisa menguatkan semangatku.
Walaupun waktu telah berlalu, bulan telah berganti, aku tak tahu mengapa senyumanmu masih selalu ada di pikiranku.
Tahun yang berganti terus menerus, tak bisa menghapus senyummu yang masih selalu terlintas di pikiranku.
Padahal, kita sudah tak ditakdirkan untuk bersatu, kau sudah menjalani takdir hidupmu, Aku pun sudah menjalani takdir hidupku.
Aku Sempat berpikir dalam hati, kau apakah berniat selalu mendukungku untuk melakukan hal positif, walau hanya dengan bayangan senyummu.
Lima tahun telah berlalu, kita sudah lama tak bersua, tetapi segala tentangmu masih tersimpan rapi dalam pikiranku.
Senyummu yang menurut orang-orang tak ada manis-manisnya, yang menurutku sangat menenangkan hati, masih saja terlintas di pikiranku.
Jika senyummu yang menurutku sangat sejuk bagaikan es batu, untuk memberikan semangat Padaku dari jauh, walau hanya lewat bayangan di setiap waktu.
Aku Tak Bisa membalasnya dengan apa-apa, selain ucapan terima kasih, dan mendoakan agar kebahagiaan selalu menghampirimu.
Aku berharap, jika suatu saat nanti Yang Maha Kuasa menakdirkan untuk kembali bertemu denganmu.
Aku ingin mendengar senyummu yang sama seperti dulu, yang masih selalu terlintas di benakku.
Aku sekarang tak tahu kabarmu Seperti apa, aku sekarang tak tahu Keberadaanmu di mana, tetapi yang kuharap dirimu dalam keadaan sehat selalu.
Kita suatu saat nanti akan berjumpa lagi atau tak berjumpa lagi, Biarlah waktu yang menjawabnya, kita tinggal nikmati proses dan alurnya dalam hidup di sepanjang waktu.
Komentar
Posting Komentar