MIE AYAM DAN BAKSO

Lita namaku, aku merasa bosan makan daging, baik itu daging ayam maupun daging sapi. Padahal, masih momen lebaran lebih tepatnya lebaran hari ke tiga, semua orang  di Desaku Masih pada menikmati daging ayam atau daging sapi.


"Aku ini kenapa si? Orang-orang masih asyik menikmati daging, aku malah sudah merasa bosan."


Batinku sambil menikmati nasi hangat, lauknya sambal goreng tempe dan kentang. Aku sudah merasa senang banget, bagaikan makan di restoran mewah, walaupun makan dengan lauk sederhana.


Sehari kemudian, tepatnya pada lebaran ke empat, Aku sedang duduk di teras rumah pada sore hari. Tiba-tiba Indra pendengaranku menangkap suara penjual yang lewat menggunakan gerobak, dari kejauhan, aku Yang penasaran berusaha menunggunya. Ternyata yang lewat penjual mie ayam, yang biasa keliling di desaku tiap pukul 17.00 sore, dengan suara mangkuk yang ditabuh dengan suara khasnya. "Ting-ting! Ting-ting!"


Perutku langsung bernyanyi, saat mendengar suara mie ayam, aku niatnya ingin beli. Akan tetapi, aku belum sempat pesan mie-nya, ada penjual bakso yang lewat.


"Tulit-tulit! Tulit-tulit!"


Hatiku bimbang ingin memilih mie ayam atau bakso, aku soalnya suka sama dua-duanya.


"Mie ayam-bakso, mie ayam-bakso, mie ayam-bakso." Hitungku dalam hati sampai sepuluh kali, sambil menggerak-gerakkan jariku.


Bu Wati yang menyaksikan ulahku, bertanya dengan rasa penasaran. "Lita, kamu itu sebenarnya lagi ngapain si? Kok sampai jarinya disentuh, seperti orang sedang bertasbih?"

"Aku sedang duduk aja, enggak sedang ngapa-ngapain kok, bu. Sampean mau ke mana si? Kok bawa mangkuk segala, bu?"

"Lita, kamu ini gimana si, sudah jelas-jelas ada penjual mie ayam dan bakso, kamu masih tanya, mangkuknya mau di kemanakan." Kata, bu Wati dengan nada jutek.

"Aku tahu kalau ada penjual mie ayam dan bakso, maksudku sampean mau beli yang mana, bu?"

"Aku mau beli yang mie ayam, kamu enggak beli si? Kamu biasanya kalau dengar ada penjual mie ayam pasti langsung beli, ini kok tumben enggak bereaksi apa-apa?" Tanya, bu Wati.

"Aku itu sedang bingung, sebenarnya ingin beli, bu."

"Lita, kamu bingung kenapa?"

"Aku sebenarnya perutnya lapar, ingin sekali beli...."

"Terus enggak punya uang, ya makanya melamun, Lit?"

"Bukan gitu, bu aku ini bingung, enaknya pilih mie ayam atau bakso."

"Lita, kamu tinggal pilih ingin beli bakso atau mie ayam, Aku siap minjami uang kok kalau enggak ada yang buat bayar."

"Aku ada kok uangnya yang buat bayar, cuma bingung bakso sama mie ayam dua-duanya enak semua. Aku bingung ingin beli yang mana, makanya dari tadi belum bereaksi untuk menuju ke penjualnya, Masih berpikir Sebaiknya beli yang mana, bu."

"Kamu Sebaiknya beli dua-duanya aja kalau menurutku, Lita biar enggak bingung. Daripada nanti malam pas tidur salah satunya sampai terbawa mimpi, kan bahaya lagi pulang kalau beli dua perutmu bisa lebih kenyang."


Aku pada akhirnya menuruti saran, bu Wati pesan mie ayam kuah dan bakso kering. Aku sampai di rumah langsung mengambil mangkuk ukuran besar, membuka mie ayam dan bakso lalu dicampur dalam satu wadah. Aku makan dengan lahap, karena ingin sekali menikmati makanan tersebut.


Selesai. 

Komentar