AROMA PETAI

Aroma petai membuatku tak suka, padahal banyak orang yang jatuh cinta.

Banyak orang yang bilang petai itu enak sekali Jika dinikmati, apalagi disantap dengan sambal dan nasi yang masih hangat, benar-benar mendamaikan jiwa.

Akan tetapi, jangankan rasa petainya aromanya saja tak suka, mau dipaksa dengan cara apapun itu tetap tak suka.


Aroma petai membuatku mual saat menyapa indra penciumanku, aku tak tahu mengapa benci sekali dengan aroma petai, yang dinikmati orang-orang dengan berbagai cara.

Entah itu aroma petai di pagi hari, entah itu aroma petai di siang hari, ataupun aroma petai di malam hari, aku tetap saja tak suka.

Di saat ada orang yang menikmati petai di dekatku, aku langsung ambil langkah seribu untuk pergi Sejauh Mungkin, agar tak ditawari petai, walau hanya satu biji saja.


Konon katanya petai itu makanan yang menyehatkan, tetapi aku tetap saja tak suka, jangankan dengan petainya, ketika merasakan aromanya saja, aku sudah tak nyaman rasanya.

Terkadang ketika dicampur dengan makanan lain, seperti kentang atau tempe, aku tetap saja peka dengan petai, aku memilah-milahnya dengan perlahan agar tak termakan olehku, walau hanya sedikit saja.

Walaupun diriku tahu, sebenarnya berdosa membuang makanan yang tak punya salah apa-apa.


Terkadang orang-orang ada yang berbuat iseng padaku, sudah tahu aku tak suka petai, tetap saja makan di dekatku, sambil pura-pura tak tahu apa-apa.

Aku rasanya sebal Setengah Mati, orang itu ketika ditegur jawabannya sangat enteng, petai itu sangat enak, kamu jangan menolak rasanya.

Aku hanya menghela napas lalu menghindar, agar tak ditawari petai atau diajak menikmatinya, aku benar-benar menjauh dan pergi, sampai aromanya benar-benar tak terasa. 

Komentar