PUNYA HP ANDROID 06

"Nis, kamu emang mau pinjam buku apa?"

"Aku pingin pinjam buku (105 Toilet Berhantu), kamu sendiri mau pinjam buku apa, Put."

"Aku pingin pinjam buku Bahasa Inggris, emangnya ada, ya buku (105 Toilet Berhantu) dalam bentuk braille, Nis?"

"Ya adalah, aku kemarin lihat yang bentuk braille, bukunya ada dua jilid, Put."

"Oh, ya sudah kalau gitu, semoga lancar pas pinjam bukunya. Biar bisa dibaca di kamar kos, kalau pas lagi sepi enggak ada tugas sekolah, terus enggak ada kesibukan apa-apa." Kata, Putri.


Aku hanya mengiyakan ucapan sahabatku itu sambil berjalan melewati banyak ruang kelas, dari SD sampai SMA. Tanpa terasa, aku dan Putri sudah sampai di perpus, suasananya lengang, hanya ada guru yang menjadi kepala perpustakaan.


"Permisi, bu." Ucapku dan Putri dengan serentak.

"Iya silakan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya, bu Rani dengan ramah.

"Maaf, bu, kita ingin cari buku." Jawabku.

"Iya silakan, kalian pilih bukunya yang diinginkan." Kata, bu Rani.


Aku dan Putri langsung menuju ke salah satu rak buku, aku mencari buku (105 Toilet Berhantu), Putri mencari buku Bahasa Inggris yang diinginkannya. Setelah bukunya ditemukan, aku dan Putri menghampiri, Bu Rani yang sedang asyik dengan laptopnya.


"Bu, ini bukunya yang saya pinjam." Kataku sambil menunjukannya pada, bu Rani.

"Iya, Nisa pinjamnya selama seminggu, ya jangan sampai kelewat batas waktunya! Mau enggak mau, kalau belum selesai bacanya sudah waktunya untuk mengembalikan, ya kamu kembalikan!" Tegas, bu Rani sambil mencatatnya dalam buku.

"Iya, bu saya pasti mengembalikannya dengan tepat waktu, ibu jangan khawatir. Lagi pula saya enggak berani sampai terlambat mengembalikan buku, bu takutnya enggak bisa pinjam lagi." Jawabku.

"Iya aku tahu, Nis kamu memang salah satu siswa yang bertanggung jawab." Puji, bu Rani.


Aku hanya mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, buku yang kupinjam tak genggam dengan erat, biar enggak jatuh.


Putri saat menunjukan bukunya, bu Rani berkata yang sama sambil mencatat kembali dalam buku. Putri mengangguk mengiyakan sambil memberikan senyuman terbaiknya, ia sangat hati-hati membawa bukunya supaya enggak terlepas dari genggaman. Setelah itu, aku dan Putri kembali ke kelas, jam istirahat hampir berakhir, Ahmad merasa lega saat melihat, aku dan Putri sedang bercakap di depan kelas.


"Alhamdulillah, kamu sudah kembali ke kelas, Nis aku enggak merasa bingung untuk menghubungimu kalau pelajaran kembali dimulai. Aku soalnya enggak tahu, Putri dan kamu perginya kemana, kalian tadi enggak bilang si, langsung menghilang gitu aja."

"Ahmad, kamu enggak usah bingung untuk mencariku, kamu kan bawa hp, bisa tinggal telepon. Aku juga bawa hp kok, aku walaupun enggak punya whatsapp, tetapi masih bisa ditelepon." Ujarku dengan santai.

"Nah, itu dia masalahnya, aku sudah enggak punya pulsa, kemarin sudah tak buat beli kuota. Coba aja dirimu sudah punya whatsapp, aku bisa dengan mudah menghubungimu kalau enggak punya pulsa kaya gini." Balas, Ahmad.

"Ya doakan aja, aku semoga rezekinya banyak, biar cepat punya HP Android. Soalnya kalau sekarang belum ada rezeki, makanya diriku masih pakai HP Kesayangan yang satu ini." Jawabku lagi.


Ahmad, Putri, dan Firman pun mengaminkan ucapanku dengan hati yang tulus. Setelah itu, guru yang mengajar di kelasku dan kelas-kelas yang lainnya pada berdatangan, Putri pamit untuk belajar Bahasa Jawa. Aku, Ahmad, Firman, dan anak kelas 10 yang lainnya masuk, untuk belajar Bahasa Indonesia. 

Komentar