Tak Bisa ke Sawah

Pagi ini mendung bergulung-gulung Menyapa Desaku, Aku ingin sekali pergi ke sawah, sayangnya tak bisa.

Aku hanya terdiam di rumah sambil menikmati kopi pahit, berusaha menghiraukan sawah yang seolah memanggil-manggilku, agar aku mendatanginya.

Lama kelamaan mendung semakin tebal, terlihat sekali akan segera menangis, untuk menumpahkan segala perasaannya.


Tak sampai 10 menit langit meneteskan air mata dengan perlahan, aku semakin tak bisa pergi ke sawah, untuk melihat tanaman jagung.

Aku pada akhirnya Hanya duduk di teras, sambil bercerita dengan tetangga, ketela rebus menemani dengan sepenuh hati, Aku pun merasa tak kesepian.

Akan tetapi, aku menunggu hujan usai dari pagi sampai siang, sampai suara Adzan berkumandang dari masjid terdekat, hujan masih saja datang.


Aku pagi ini tak bisa ke sawah, hanya duduk santai di teras rumah, sambil menatap hujan yang menyenangkan.

Aku Tak Bisa menengok tanaman padiku, yang sudah menguning, dan sudah siap untuk dipanen.

Aku berharap hujan segera usai, tetapi langit masih saja menangis, harapanku belum terkabulkan.


Aku merasa bingung, pagi ini tak bisa pergi ke sawah, Hanya berdiam diri di rumah.

Aku pun akhirnya Hanya berbaring di kasur, sambil mendengar suara hujan yang tak kunjung reda.

Hujan seperti ini, aku tak merasa resah karena tak bisa menjemur baju, tetapi gelisah karena memikirkan tanamanku di sawah.


Aku hanya bisa pasrah dengan nasib pagi ini, aku sama sekali tak bisa pergi ke sawah.

Aku tak tahu apakah tanamanku pagi ini diganggu oleh burung dan hama, Apakah tanamanku pagi ini baik-baik saja.

Semuanya aku pasrahkan pada Yang Maha Kuasa, semoga hari esok saatku berkunjung ke sawah, tanamanku baik-baik saja di sana. 

Komentar