TERNYATA BUKAN KUCING

Sinta siang itu sedang duduk di teras, untuk mencari angin,  hawanya  terasa sangat panas. Sinta sedang asyik menikmati es kelapa muda, tiba-tiba ada kucing yang datang ke rumahnya, ia pun tersenyum-senyum saking senangnya. Rahman tiba-tiba datang menghampiri, melihat istrinya yang tersenyum sendiri pun bertanya. "Ibu, kenapa si, kok senyum-senyum enggak jelas gitu?"

"Aku itu melihat kucing, warnanya bagus banget, aku merasa jatuh cinta. Ayah, kalau kucingnya tak foto kayaknya bagus banget, ya?" Balas, Sinta.

"Ingin mengfoto kucing, emangnya mau buat apa si, bu? Apa jangan-jangan mau dipajang di tembok depan rumah?" Tanya, Rahman.

"Ya enggaklah, ayah mau buat wallpaper HP atau foto profil WhatsApp. Biar ganti suasana, foto profil whatsapp-nya biar enggak gambar bunga terus." Balas, Sinta lagi.

"Ya sudah kalau gitu, ayah bantu fotoin sini!"

"Enggak usahlah, ibu foto sendiri aja."


Rahman mengangguk mengiyakan ucapan istrinya lalu membuka koran, ia sedang penasaran dengan berita terbaru di dalamnya. Sementara itu, Sinta asyik mengambil gambar kucing sampai puas, iya usai mengfoto kucing  masuk rumah untuk bersiap-siap mandi dan menunaikan kewajiban pada Yang Maha Kuasa, karena sebentar lagi asyar. Rahman pun menutup Korannya, ia berniat membacanya lagi sambil menunggu waktu maghrib sambil menikmati kopi pahit, ia mengikuti istrinya ke dalam untuk gantian mandi.


Sinta sekitar habis Isya baru sempat membuka ponselnya kembali, ia terkejut karena foto yang diambil tadi siang bukan kucing. "Sejak kapan kucing berubah jadi wanita cantik yang berrambut panjang, menggunakan gaun putih dan mukanya pucat seperti ini? Apa jangan-jangan aku yang salah lihat, karena lampunya kurang terang."


Sinta mencoba keluar melihat hasil fotonya tadi siang dengan lampu penerangan jalan yang lebih terang, tetapi hasilnya sama saja. Sinta pun berniat untuk kembali mengfoto kucing yang tadi siang, Kalau hari esok datang kembali ke rumahnya.


Keesokan harinya, Sinta kembali mengfoto kucing yang kemarin datang ke rumahnya, ia merasa gembira kucing itu bersedia hadir lagi. Setelah itu, Sinta sibuk mengambil pakaian di jemuran dan menyetrikanya agar lebih rapi.


Waktu menunjukkan pukul 20.00, Sinta baru sempat membuka ponsel, Iya ingin sekali melihat hasil foto kucing yang tadi siang. Akan tetapi, Sinta kaget setengah mati, foto itu ternyata bukan kucing. Gambar dalam ponselnya menunjukkan seorang wanita berambut panjang dan pakai gaun warna putih, wajahnya terlihat pucat. "Bukannya itu wanita yang kemarin, ya? Kok bisa si fotonya berubah sendiri kaya gini? Perasaan aku pas ambil foto hanya ada kucing dan suamiku, enggak ada siapa-siapa lagi, loh." Batin, Sinta.


Rahman tiba-tiba menghampiri istrinya yang sedang duduk di teras, sambil menatap ponsel dengan serius. "Ibu, kenapa kok kaya sedang bingung? Sedang mikir apa dari tadi si, bu?"

"Ini, loh, ayah fotonya ternyata bukan kucing."

"Terus apa dong, bu?"

"Ayah lihat aja sendiri!"


Rahman mengamati foto dari ponsel sang istri dengan seksama Ia pun ikut terheran, kucingnya malah enggak tertangkap kamera sama sekali.


"Apa jangan-jangan ini hantu penunggu rumah, kita yang dibilang orang-orang, bu?"

"Bukannya penghuni rumah, kita itu seperti kembarannya, ayah, ya? Orang-orang aja ngiranya itu, ayah kalau sosoknya muncul atau memperlihatkan diri."

"Ya enggak tahu juga si, bu." Kata, Rahman sambil meneguk kopinya.


Rahman dan Sinta tak ambil pusing, selama sosok penunggu tersebut enggak mengganggu sama sekali.


Selesai 

Komentar